DONGENG ANAK MUSLIM
DONGENG ANAK MUSLIM
1.Sombong memusnahkan PAHALA
“Suatu ketika saya melihat Rasulullah SAW sedang menanis, lalu saya pun berkata kepada beliau, Ya Rasulullah, mengapa anda menangis?”
“Ya Syidad, aku
menangis karena khawatir terhadap umatku akan perbuatan syirik. Ketahuilah
bahwa mereka itu tidak menyembah berhala, tetapi mereka berbuat sombong dengan
aal perbuatan mereka,” jawab Rasulullah SAW.
“Sebanyak tiga ribu
malaikat akan naik ke langit ke tujuh membawa amal perbuatan para manusia dari
puasanya, sholatnya, amalnya, dan sebagiannya. Para malikat itu mempunyai suara
seperti lebah dan memilki sinar bagaikan matahari,” sabda Rasulullah lagi.
Malaikat yang disertai tugas
kelangit berkata kepada para malaikat penjaga :
“Berdirilah kamu semua dan
pukulkanlah amal perbuatan ini ke muka pemiliknya dan tutuplah hatinya.
Sungguh, saya akan meghalangi sampainya kepada Tuhan, setiap amal perbuatan
yang tidak dikehendaki untuk Tuhan selain daripada Allah(melakukan suatu amal
bukan karena Allah).”
“Bersikap sombong di kalangan
ahli fiqh adlah karena manginginkan ketinggian agar mereka mendapat pujian. Di
kalangan para ulama pula untuk menjadi terkenal di kota dan di kalangan umum.
Allah SWT, telah memerintahan agar saya tidak membiarkan amalnya melewati saya
akan sampaikan kepada saya.”
Malaikat penjaga membawa amal
orang - orang soleh dan kemudian dibawa oleh malaikat ke langit sehingga
terbuka semua penghalang dan sampai kepada Allah SWT. Mereka berhenti di
haribaan Allah dan memberikan kesaksian terhadap amal orang tersebut yang betul
– betul soleh dan ikhlas karena Allah SWT.
Kemudian Allah SWT berfirman yang
maksudnya :
“Kamu semua adalah para malaikat Hafadzah (malaikat penjaga)pada amal - amal perbuatan hamba-Ku, sedang Aku-lah yang mengawasi dan menegtahui hatinya, bahwa sesungguhnya dia menghendaki amal ini bukan untuk-Ku, laknat para malaikat dan laknat sesuatu di langit.”
“Kamu semua adalah para malaikat Hafadzah (malaikat penjaga)pada amal - amal perbuatan hamba-Ku, sedang Aku-lah yang mengawasi dan menegtahui hatinya, bahwa sesungguhnya dia menghendaki amal ini bukan untuk-Ku, laknat para malaikat dan laknat sesuatu di langit.”
2. Syetan menggoda KETEGUHAN IMAN
SYEH ABDUL QADIR JAILANI adalah seorang alim ulama
dan ahli sufi yang cukup dikenal keutamaan dan kemuliaan ilmunya dikalangan
umat islam. Karena sikapnya yang warak atau dekat dengan Allah SWT, banyak
pengikutnya yang berlebih – lebihan dalam memeuliakannya.
Diceritakan
suatu hari Syeh Abdul Qadir Jailani pergi meranatau seorang dir. Dalam
perjalanannya mengharungi padang pasir yang panas terik itu merasa kehausan.
Tiba –tiba ia melihat sebuah bejana dari perak yang melayang di udara dan
diselimuti awan diatasnya lalu perlahan – lahan di hadapan Syeh Abdul Qadir
Jailani.
Tiba –
tiba terdengar suara ghaib di angkasa :
“Hai
Abdul Qadir, minumlah isi bejana ini. Hal ini kami telah menghalalkan kamu
makan dan minum semua yang selama ini aku haramkan. Dan telah kugugurkan semua
kewajiban bagimu..”
Sebagai
orang yang arif, Abdul Qadir cukup tahu bahwa suara ghaib yang menyerupai wahyu
itu Cuma syetan yang menggoda keteguhan imannya.
“Hai
mal’un pergilah engkau dari sini. Sesunguhnya aku tiada lebih muliadibandingkan
dengan Nabi Muhammad SAW di sisi Allah Ta’ala. Kepada Rasulullah saja tidak
mungkin berlaku ketentuan semacam itu. Barang yang diharamkan Allahselamanya
tetap haram, dan kewajiban hamba kepadanya tidak pernah diugurkan termasuk pada
diriku.” Ujar Syeh Abdul Qadir Jailani dengan marah dan tegas.
3. Canda Rasulullah
Rasulullah SAW bergaul dengan semua
orang. Beliau bersahabat dengan seorang hamba, orang cacad, orang tua, dan anak
- anak. Rasulullah bersenda gurau dan bermain – main dengan mereka. Akan tetapi
beliau tidak berkata kecuali yang benar saja.
Suatu
hari seorang perempuan dating kepada beliau lalu berkata,
“Ya
Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta,” katanya.
“Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta,” jawab Rasulullah SAW.
“Ia
tidak mampu,” kata perempuan itu.
“Tidak,
aku akan naikkan engkau ke atas anak unta,”
“Ia
tidak mampu.”
“Bukankah
unta itu juga anak unta?”, kata para sahabat yang berada di situ.
Datang
seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW.
“Ya
Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memohon kehadiran Anda, ya Rasulullah..”
“Semoga suamimuyang dalam matanya putih,” jawab Rasulullah SAW.
Perempuan
itu kembali ke rumahnya. Dan dia lalu segera membuka mata suaminya.
“Kenapa
kamu ini?”, tanya suaminya dengan heran melihat tingkah istrinya.
“Rasulullah
memberitahu bahwa dalam matamu putih,” jawab istrinya menerangkan.
“Bukankah
semua mata ada warna putihnya?” kata suaminya lagi.
Seorang
perempuan lain berkata kepada Rasulullah SAW,
“Ya
Rasulullah , doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam syurga.”
“Wahai ummi fulan, syurga tidak dimasuki oleh orang tua..” jawab
Rasulullah.
Mendengar
jawaban Rasulullah, perempuan itu langsung menangis.
“Tidakkah kamu membaca firman Allah berikut ini?” Rasulullah menjelaskan.
“Serta
kami telah menjadikan istri – istri mereka dengan ciptaan istimewa, serta kami
jadikan mereka senantiasa perawan(yang tidak pernah disentuh), yang tetap
mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya”.
Para
sahabat Rasulullah SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka bagi gunung
yang teguh. Na’im adalah seorang sahabat yang paling suka bergurau dan
tertawa. Mendengar kata - kata dan melihat tingkahnya, Rasulullah turut tersenyum.
Keberkahan Khalifah yang Adil
Beliau menegakkan keadilan di dalam pemerintahannya. Penguasa-penguasa yang zalim dipecat dan digantikan dengan orang yang lebih layak untuk memperbaiki keadaan masyarakat.
Beliau sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya sehingga mereka merasa tercukupi segala keperluannya. Pernah terjadi di zamannya seorang lelaki membawa harta yang begitu besar jumlahnya kemudian ingin membagikan kepada yang memerlukan, namun tidak ada seorang pun yang datang untuk mengambil harta itu karena mereka telah tercukupi keperluannya.
KEBERKAHAN PIMPINANNYA
Malik bin Dinar (seorang ulama salaf yang terkenal) menceritakan bahwa ketika Umar bin Abdul Aziz naik menjadi khalifah para penggembala kambing di lembah dan kampung menjadi tertanya-tanya, siapakah gerangan lelaki soleh yang menjadi khalifah ini? Keadilannya menahan srigala dari menerkam kambing-kambing kami.
Seri Kisah Anak Islam “Bayi yang Bisa Bicara kepada Ibunya”
Abu Hurayroh mengisahkan. . .Dahulu ada seorang wanita dari Bani Israil sedang menyusui bayinya. Kemudian lewatlah seorang laki-laki yang berkendaraan sangat bagus dan berwajah tampan. Ibu itu pun berdo’a, “Yaa Allah, jadikanlah anakku seperti orang itu.”
Mendengar do’a ibunya tiba-tiba bayi itu berdo’a, “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti orang itu.” Bayi itu kemudian menetek lagi kepada ibunya.
Abu Hurayrah berkata, “Seolah-olah aku masih melihat Rasulullah -shallallahu ‘alayhi wasallam-sewaktu menirukan cara bayi itu menetek lagi kepada ibunya, yaitu beliau melamut jari telunjuknya ke dalam mulutnya dan menghisapnya.
Kemudian lewat orang-orang dengan seorang budak wanita. Orang-orang itu memukuli budak wanita tersebut sambil berkata, “kamu berbuat zina, kamu mencuri!”
Budak perempuan itu hanya bisa menjawab, “Hasbiyallah wa ni’mal wakiil.” (Cukuplah Allah sebagai penolongku dan sebaik-baiknya pelindung).
Melihat kejadian tersebut maka ibu bayi itu berdo’a, “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti budak itu..” Mendengar ibunya berdo’a demikian, bayi itu langsung melepaskan tetek ibunya dan melihat budak yang sedang dipukuli. Kemudian bayi itu berdo’a, “ Ya Allah, jadikanlah aku seperti budak itu.”
Setelah peristiwa itu maka terjadilah percakapan antara ibu dan bayinya. Sang ibu merasa heran sehingga berkata kepada anaknya, “tadi lewat seorang laki-laki yang sangat bagus keadaannya, lalu aku berdo’a ‘Ya Allah, jadikanlah anakku seperti orang itu..’, tapi kamu malah berdo’a, ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti orang itu..’ Kemudian ketika ada seorang budak wanita yang sedang dipukuli dan dituduh berzina serta mencuri, aku berdo’a, ‘Ya Allah, jangan Engkau jadikan anakku seperti budak itu’, tapi kamu malah berdo’a, ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia’.”
Kemudian bayi itu menjawab, “Sesungguhnya laki-laki yang lewat tadi adalah orang yang berbuat aniaya dan semena-mena, sehingga aku berdo’a, ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti orang itu..’. Sedangkan budak perempuan yang dituduh berzina dan mencuri sebenarnya dia tidak berzina dan tidak mencuri, sehingga aku berdo’a, ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia’.”
Nyala api dan petir memancar dari tubuh Rasululloh
Setiap nabi dan rosul itu memiliki mukjizat
yang berbeda yang disesuikan dengan kondisi masyarakat dan kebutuhannya. Dan
diantara para nabi dan rosul yang paling banyak memiliki mukjizat adalah
Rasululloh saw. Banyak para sahabat yang menyaksikan dengan mata kepala sendiri
tentang kehebatan mukjizat Rasululloh saw, baik disaat damai maupun ketika
berada dimedan pertempuran. Salah satu mukjizat beliau yang spektakuler adalah
tubuhnya memancarkan nyala api dan petir sebagai tameng dari serangan lawan
yang hendak membunuhnya.
Dikisahkan pada saat Rasululloh saw berangkat menuju ke medan perang Hunain, diantara yang ikut serta dalam pasukan kafir ada seorang lelaki yang bernama Syaiban Bin Usman bin Talhah, yang ayah dan pamannya terbunuh dalam perang Uhud. Oleh karena itu keikutsertaan Syaiban dalam perang Hunain adalah untuk membalas dendam atas kematian bapak dan pamannya di perang Uhud.
Sasaran utamanya adalah membunuh Rasululloh saw.
Syaiban kemudian mengisahkan apa yang dia alami sendiri dalam perang Hunain tersebut. Ia menceritakan, "ketika aku mengetahui Rasululloh saw turut serta dengan pasukan islam dalam Perang Hunain ini, akupun ikut bergabung dengan pasukan kafir Quraisy menuju suku Hawazin, dengan harapan bila perang sudah berkecamuk, aku akan mencari kesempatan dan menunggu saat yang tepat untuk membunuh Rasululloh saw. Dengan demikian, akulah orang yang akan menyelesaikan balas dendamnya orang kafir Quraisy terhadap Rasululloh saw. Rencana ini aku perhitungkan matang-matang jangan sampai gagal. Pedang yang aku bawapun aku asah tajam-tajam hingga nanti dapat sekali tebas kepada Rasululloh saw, langsung pisah dengan tubuhnya.
"Pada hati itu," demikian Syaiban melanjutkan kisahnya ketika perang sedang berkecamuk dengan hebatnya, aku terus memantau gerak-gerik Rasululloh saw karena dialah sasaran utamaku. Akhirnya tibalah saatnya yang aku tunggu-tunggu. Ini merupakan peluang emas bagiku, disaat orang-orang islam porak-poranda dan bercerai-berai oleh serangan gencar pasukan panah kaum kafir yang bertubi-tubi sehingga keselamatan Rasululloh saw tidak terlindungi oleh pasukannya. Maka aku langsung menghunus pedangku sambil mendekati Rasululloh saw. Setelah dekat dengan beliau, seranganpun aku lancarkan kepadanya. Tiba-tiba, ada nyala api keluar dari tubuhnya laksana petir yang menyambar-nyambar dan nyaris menyambar kulit tubuhku. Melihat kejadian itu, aku langsung menutup wajahku dengan tangan kerana rasa takut telah mencekam seluruh jiwaku.
Untuk itu, aku langsung menghindarkan diri menjauhi Rasululloh saw sejauh mungkin. Tidak begitu lama, aku mendengar Rasululloh saw memanggil diriku, "Wahai Syaiban, datanglah kemari". Akupun datang kepada nabi saw dengan perasaan takut. Setelah aku mendekat, beliau lalu meletakkan tangannya didadaku, rupanya beliau mengerti kalau dadaku diliputi oleh perasaan takut dan gemetaran. Beliau mengusap-usap dadaku, seraya berdo'a, "Ya Alloh, lindungilah dia dari bisikan setan".
Dari peristiwa itu, demi Alloh, pada saat itu juga tidak ada yang lebih dicintai oleh telinga, mata dan saat segenap jiwaku kecuali beliau. Persaan benci dan dendam kepadanya sirna dari dalam lubuk hatiku. Kemudian Rasululloh saw berkata kepadaku, "Mari ikut berjuang bersama kami". Aku langsung berdiri tegak dihadapan beliau dan dengan pedang ditangan, aku melancarkan serangan balik menghantam teman-temanku yang kafir yang memusuhi Rasululloh saw dan diriku ini lebih suka melindungi dan menjaga keselamatan Rasululloh saw dengan menggunakan tenagaku sendiri. Jika bapakku masih hidup dan memusuhi Rasululloh saw dan sahabat-sahabatnya, maka tidak segan-segan lagi aku akan menyerangnya dengan pedangku yang tajam ini".
Bila dianalisa dari peristiwa diatas, rasanya tidak mungkin terjadi manusia mampu mengeluarkan percikan api yang menyambar-nyambar bagaikan petir dari tubuhnya. Akan tetapi, inilah kenyataan yang terjadi pada diri Rasululloh saw dan inilah yang disebut dengan Mukjizat.
Dikisahkan pada saat Rasululloh saw berangkat menuju ke medan perang Hunain, diantara yang ikut serta dalam pasukan kafir ada seorang lelaki yang bernama Syaiban Bin Usman bin Talhah, yang ayah dan pamannya terbunuh dalam perang Uhud. Oleh karena itu keikutsertaan Syaiban dalam perang Hunain adalah untuk membalas dendam atas kematian bapak dan pamannya di perang Uhud.
Sasaran utamanya adalah membunuh Rasululloh saw.
Syaiban kemudian mengisahkan apa yang dia alami sendiri dalam perang Hunain tersebut. Ia menceritakan, "ketika aku mengetahui Rasululloh saw turut serta dengan pasukan islam dalam Perang Hunain ini, akupun ikut bergabung dengan pasukan kafir Quraisy menuju suku Hawazin, dengan harapan bila perang sudah berkecamuk, aku akan mencari kesempatan dan menunggu saat yang tepat untuk membunuh Rasululloh saw. Dengan demikian, akulah orang yang akan menyelesaikan balas dendamnya orang kafir Quraisy terhadap Rasululloh saw. Rencana ini aku perhitungkan matang-matang jangan sampai gagal. Pedang yang aku bawapun aku asah tajam-tajam hingga nanti dapat sekali tebas kepada Rasululloh saw, langsung pisah dengan tubuhnya.
"Pada hati itu," demikian Syaiban melanjutkan kisahnya ketika perang sedang berkecamuk dengan hebatnya, aku terus memantau gerak-gerik Rasululloh saw karena dialah sasaran utamaku. Akhirnya tibalah saatnya yang aku tunggu-tunggu. Ini merupakan peluang emas bagiku, disaat orang-orang islam porak-poranda dan bercerai-berai oleh serangan gencar pasukan panah kaum kafir yang bertubi-tubi sehingga keselamatan Rasululloh saw tidak terlindungi oleh pasukannya. Maka aku langsung menghunus pedangku sambil mendekati Rasululloh saw. Setelah dekat dengan beliau, seranganpun aku lancarkan kepadanya. Tiba-tiba, ada nyala api keluar dari tubuhnya laksana petir yang menyambar-nyambar dan nyaris menyambar kulit tubuhku. Melihat kejadian itu, aku langsung menutup wajahku dengan tangan kerana rasa takut telah mencekam seluruh jiwaku.
Untuk itu, aku langsung menghindarkan diri menjauhi Rasululloh saw sejauh mungkin. Tidak begitu lama, aku mendengar Rasululloh saw memanggil diriku, "Wahai Syaiban, datanglah kemari". Akupun datang kepada nabi saw dengan perasaan takut. Setelah aku mendekat, beliau lalu meletakkan tangannya didadaku, rupanya beliau mengerti kalau dadaku diliputi oleh perasaan takut dan gemetaran. Beliau mengusap-usap dadaku, seraya berdo'a, "Ya Alloh, lindungilah dia dari bisikan setan".
Dari peristiwa itu, demi Alloh, pada saat itu juga tidak ada yang lebih dicintai oleh telinga, mata dan saat segenap jiwaku kecuali beliau. Persaan benci dan dendam kepadanya sirna dari dalam lubuk hatiku. Kemudian Rasululloh saw berkata kepadaku, "Mari ikut berjuang bersama kami". Aku langsung berdiri tegak dihadapan beliau dan dengan pedang ditangan, aku melancarkan serangan balik menghantam teman-temanku yang kafir yang memusuhi Rasululloh saw dan diriku ini lebih suka melindungi dan menjaga keselamatan Rasululloh saw dengan menggunakan tenagaku sendiri. Jika bapakku masih hidup dan memusuhi Rasululloh saw dan sahabat-sahabatnya, maka tidak segan-segan lagi aku akan menyerangnya dengan pedangku yang tajam ini".
Bila dianalisa dari peristiwa diatas, rasanya tidak mungkin terjadi manusia mampu mengeluarkan percikan api yang menyambar-nyambar bagaikan petir dari tubuhnya. Akan tetapi, inilah kenyataan yang terjadi pada diri Rasululloh saw dan inilah yang disebut dengan Mukjizat.


Komentar
Posting Komentar